To Grow and Bear Fruits

Sunday, January 14, 2007

New Year Resolution 2007

Happy New Year Tebet Daters!

udah lewat setahun lagi, memang sih seringnya nggak terasa kalo waktu udah lewat. Namanya juga penyesalan selalu datangnya terlambat ya?

Speaking of Tahun Baru emang sering juga di asosiasikan buat resolusi baru, buat instrospeksi diri, dll lah.
But the question is, how serious are we when setting the new resolution, goal or objective or target or whatever you name it lah.

Soalnya sering banget kan pas awal tahun (or tanggal 1 Jan doang maksudnya) semangat banget buat target baru, apalagi sesudah denger kotbah Jeffry R tanggal 7 Jan kemarin.
Tools nya udah di kasih, cara buat target juga udah, sekarang ... tinggal jalanin proses yang harus di lalui untuk mencapai target nya kan?

Cuma emang sih seringkali kita berpikir buat target itu sama mudahnya dengan menjalani prosesnya, padahal nggak tuh.
contoh simple aja ya, gue punya resolusi dari tahun 2004 pengen banget belajar tennis...udah beli raket, sepatu olah raga and udah tanya2 tennis court nya juga. tapi kalau cari waktu untuk itu? wah susahnya...

Mungkin yang jadi masalah utama nya adalah komitment ya? dan seberapa serius nya kita dalam membuat target dan berapa seriusnya kita untuk mencapai target yang udah di buat, karena sering banget di tengah jalan pada bubar jalan. Gue juga sering gitu sih :)

Tahun ini gue masih belum punya target yang spesifik banget sih, baru sampai tahap mencari pekerjaan baru. Tapi rasanya resolusi itu bukan selalu mengenai 'punya atau mendapatkan sesuatu' ya? gue jadi sering salah konsep.
Seharusnya resolusi atau target gue adalah menjadi anak yang baik buat orang tua gue, menjadi kakak yang lebih baik buat adik2 gue, menjadi pekerja yang punya dedikasi lebih lagi terhadap pekerjaan, tapi herannya hal2 seperti itu malah terlupakan.
Yang sering di ingat malah...tahun ini harus punya ini itu, salah sih nggak tapi mungkin sebaiknya lebih dari sekedar 'mempunyai sesuatu'.

Hehehe...ini sebenarnya peringatan buat diri gue sendiri sih. Hopefully yang lain punya resolusi yang jauh lebih baik dari gue.

So...apa yang jadi resolusi kalian and how serious are you in getting them?

Monday, October 16, 2006

Kita??? Kamu!!! (kekekekek)

Jalan-jalan selalu menyenangkan. Apalagi kalo' weekend, terus sama temen-temen... dan terlebih lagi, kalo' lagi bete suparete sama kerjaan!!!! Hehehehe... asik deh pokoknya.

Kali ini, Tebet 1 sama Tebet 3 jalan-jalan ke kaki gunung Salak. Walaupun masih di kaki gunung gitu, sinyal nggak dapet bo!!! Hahahahh... so, welcome to the world tanpa telepon genggam!!! *sampe' batere abis, cuman buat nyari sinyal doang... pliss deeehhhh*

Eniweh, tanggal 30 september kemarin, kita jalan-jalan ke kaki gunung salak. Kumpul jam 7, yang langsung ngacir ke arah Barat, mampir sebentar di Sentul buat ketemu sama yang lainnya, terus berangkat bareng deh ke kaki Gunung Salak.

Seperti halnya anak date Tebet, perut harus dimanja!!! Jadilah, jam 10 kami (kami???) snack pagi. Snack-nya nikmat banget!!!! Bakmi goreng, rendang, nasi putih, blah... blah.... (snack apa sahur???).

Abis makan, kita langsung ke Curug Nangka, ke tempat air terjun yang (sebenarnya) udah ngebu'at kami penasaran. Awalnya udah down banget, soalnya, air kering bo!!! Kita pikir (kita??? kamu!!!), nggak bakalan deh bisa berenang. Tapi ternyata oh ternyata... bisa juga!!! Walaupun cuman beberapa orang yang nyebur, yang lainnya simpatisan, tapi rame' juga.

Ada yang mengkhayal, terus bilang gini ama gue, "Me', nanti kalo' ketemu Jaka Tarub, bilang sama dia, ransel gue yang ini yaaa... suruh ngambil ransel gue aja, jangan sampe' salah ransel... bener yaaa???" jijay banget yah???

Gue belum pernah sama sekali ngeli'at langsung yang namanya air terjun di Indonesia. Dan Curug Nangka membuat gue terkagum-kagum dengan air jernihnya, dinginnya, dan tentu saja kesegarannya. Bahkan, ada beberapa orang yang sengaja nampung itu air, buat diminum (biar awet muda gitu??? busseeettt!!!!).

Pulang dari Curug Nangka, kita acara bebas. Gue sih, tidur aja; beberapa ada yang makan Indo***, pliisss deeehhhh... semua kayaknya pada kalap gitu...

Malemnya, kita makan malem dengan menu ikan-ikanan (ikan beneran :D). Well, itulah kelebihannya punya dua orang yang gape' dalam masalah perikanan (panggang memanggang maksudnya). Ikan tongkol, tenggiri, plus terong bakar ditemani sama dabu-dabu menado plus cabe merah. Wek weeewwwwww...

Hari kedua nggak kalah menarik.

Diawali dengan makan pagi nasi goreng rendang plus terong telur, bawa'an jadi makin berat aja. Tapi teteeeuuuppp... makanan itu abisss!!!!!

Nggak berapa lama setelah makan pagi, kita main jumping ball. Sebenarnya jumping ball ini merupakan salah satu fasilitas outbound yang ada disitu, dan kita (kita????) nyoba'in game itu for free. Walaupun ada juga yang nggak nyoba'in. Hahhahaa.... tentu saja, yang nggak nyoba jumping ball nggak bisa komen apa-apa. Huhuhuhu... nggak tau aja perasaan ini waktu ada di atas sono...

Jadi gamenya gini, kita harus naik tangga yang terbuat dari tali dan bambu, setinggi sekitar 10 m (pokoknya lebih tinggi dari gue deehhh). Terus, nanti kalo' udah sampe' diatas, ada tali yang bisa kita gunakan untuk menuntun kita supaya nggak jatuh sampai ke suatu titik. Di titik tersebut, kita harus melepaskan tali tersebut, dan meloncat ke depan untuk memukul bola balon yang sudah tergantung tak jauh di depan kami. Itu aja sih tantangannya. Tapi, emang peristiwa itu membuat kami jadi penasaran juga, dan membuat kita jadi bisa sedikit mengenal diri kita sendiri. Seberani apa diri kalian untuk mencoba sesuatu yang baru, yang ada kemungkinannya untuk gagal, bahkan celaka :D

Abis jumping ball, kita mandi, kebaktian, terus makan siang. Kebaktiannya asik juga, secara ada orang yang cukup kreatif untuk 'menciptakan' gerakan-gerakan cantik nan menawan, nggak jelas tapi tetep diikutin (beruntungnya yang jadi pemain gitar :P)...

Sorenya kita pulang, sempet mampir di Bogor, di Gumati. Ngopi-ngopi laaahhh, berhubung kopi abis :D Well, memang waktu di Gumati ada pengalaman yang kurang menyenangkan sih. But overall, it was fun *walaupun pulang dari Gunung Salak banyak yang sakit badan... kekekekek*

Pulang dari Gumati, kita berpisah dengan damai *jangan ada benci diantara kita, biar ada ikan-ikan panggang saja :)):))*

Btw, ini adalah perjalanan penuh iman dari kita semua. Kenapa? Karena nggak ada yang tahu tempatnya kayak apa :)):)) dateng aja kesitu. Dodol banget yah???

PS: Jakarta panas banget yah???

ime'...

Monday, October 02, 2006

soar like an eagle

Mungkin pelajaran tentang rajawali ini agak basi kali ya....tapi baru-baru ini tulisan ini udah memberkati aku..so, i hope it will bless you too.... :)

ENAM HAL YANG DAPAT DIPELAJARI DARI RAJAWALI
Rajawali adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.
Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2m. Ia membangun sarangnya di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.


Ada beberapa hal yang akhirnya bisa kita pelajari dari seekor rajawali....

PELAJARAN I :SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG
Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia didalam sarangnya yang nyaman.
Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang dalam hidupnya. Siklus ini berjalan beberapa minggu.
Sampai pada suatu hari, induk rajawali ini tebang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memeperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha terbang , tapi gagal. Beberapa saat jatuh melayang ke bawah mendekati batu-batu karang, induk rajawali ini dengan cepat meraih anaknya kembali dan dibawa terbang tinggi.
Setelah itu,dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi. Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini dilakukan berulang-ulang, setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya terbang.Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai bisa terbang.

Kadang ada beberapa dari kita yang menjadi seperti bayi rajawali yang nyaman didalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka "makanan rohani" kedalam mulut kita. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan"tidur" lagi, tanpa melakukan firman Tuhan dan hidup tidak berubah. Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita merasakan "lapar" dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita.
Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mulai menyalahkan Tuhan,"Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!...."Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti Bapa di surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi,agar kita bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini :setiap,pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya untuk diangkat kembali.
Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa. Mulailah membuka Alkitab dan membaca firman Tuhan.Kemudian kita akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi ? Ternyata kita sedang merentangkansayap kita ! Kita sedang belajar terbang ! Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami. Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya,Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmanNya dan mempergunakan iman kita.


PELAJARAN 2 :RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI
Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang ditempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu. Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia beradadi alam bebas, akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di dalam 'penjara'dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).
Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di tempatyang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari control dunia. Jika orang kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.

PELAJARAN 3 :RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG
Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka terbang dengan mengepak-kepakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun, membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya.Yang membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca keadaan angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan menggunakan kekuatan angin itu. Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali kita 'terbang' dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kitamenemui banyak kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar dari rajawali, kita mau untuk 'terbang' melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus. Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah media yang tepat untuk belajarmenguatkan sayapnya. Dia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya,melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi. Orang 'Kristen Rajawali' seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap iman kita.

PELAJARAN 4 :RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN
Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup. Saudaraku, seperti rajawali, orang Kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak berguna lagi 'rontok' dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.

PELAJARAN 5 :RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA
Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya. Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala macam 'penyakit' ?

PELAJARAN 6 :SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI
Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari, lalu....mati. Hehe..heroik banget rajawali ini ya..so, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan didalam kehidupan kekal.


So, akhir dari 6 pelajaran ini adalah, do you want to be like an eagle? cause i do.... v(^.-)v

artikel ini diambil dari imel yang dikirimkan oleh seorang teman lama bertahun-tahun yang lalu ^^,

-sofi (sempet berkunjung ke Tebet 2)-

Thursday, September 07, 2006

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti
Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya
bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak
pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah
kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak
perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda
salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.
Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Wednesday, September 06, 2006

Tes...

heheheh... gue ngetes doang nih...

jangan di-silet yah gue... ampun ampun ampuuunnnn....

ime'...

My first blog

yellowwww.....

hmm...since my dearest Ime asked me to be one of the contributors here, so I am gladly to obliged...hehehe....

actually this is fun, thanks to Ime. as you may all (or some of you) know that I love to write and curhat also most of the time, so this is a good way of doing it.
Maap ya, soalnya gaptek seeeh jadi nggak pernah pake blog gini.

anyway, for the months few months has been one of the toughest moments I had in my entire life. seriously, but probably for most people is no biggy but for me, it's another learning point.
but again, thanks to my fellow daters (all tebet ya maksudnya) I have so many supports and help to overcome my situation.

Oh well, I come to realize that God wants to do something in my life. I have to learn a lot, in a painful way sebenernya buat gue.
you know what...I have to learn to humble myself!!! yeah, I have to admit I can be cocky and a snob sometimes (sometimes???hehehhee...) and at the moment GOd wants to me to surrender to Him totally.
you know, not being in control really sucks buat gue. I am so used to making decisions for me and others, to always have back up plans and to think fast, and to be in this situation of not knowing what to do and to surrender...hmm...is not easy at all.
Not to mention hearing all comments from other people and the situation I am into, it's so tempting to take actions based on my own judgement and also emotion.

And this is what I learnt, that God knows the best for me. No matter what, He knows and He is doing something. I always want things to be done quick, and patience is not definitely my virtue.
Yet I have to trust Him, still I am banging on His door for sure. I don't know if that would help...hahahaa....

But really, I have moments where my faith and patience were tested. Talking about refinement? Maybe.
A great thing about our God (among many other things), that I can discuss things with Him, not only talking yah.
Maksudnya gini, I bring my so-called case to Him. I told him how I feel, my plans, my reasons, why, what, when etc...and He listened. I believed He did. Hey, He is God. Udah pake acara nangis and argued, and apalagi ya? wah banyak lah.
And it's okay to have an 'argument' with Him, bukannya jadi berantem ya sama Tuhan tapi wajar kan debat sedikit sama orang tua kita sendiri? that's what I did and I am glad I did that.
Kenapa? biar ngerti Tuhan mau nya apa. And...more of that, gue ngerasa jadinya lebih intim and akrab sama Tuhan...beneran lho.

So now I am waiting for His turn for actions, I did mine.
Put it this way, He created me, He has plans for me yang katanya rancangan damai sejahtera kan? So He is responsible for my life. hey, now I surrender to His plans, so I want to see what He has for me, and I know it will soon become real, know why?
Because I become partners with Him.

hmm...will let you guys know what comes next ya...don't worry...nggak serius terus kok...hehehe...

Selvi

Monday, April 03, 2006

Introduction

Hi all,

this is the blogspot for all Date Tebet'ers for them to say their story about their life in God.

Hopefully all of you would enjoying it. Mmm... by the way, this is only a temporary templates. We'll work on it further.

cheers,

ime'...